Cara Mudah Memperbaiki Power Supply Komputer


Power supply merupakan bagian penting dari komputer. Power supply memiliki fungsi untuk menyediakan tenaga bagi seluruh peralatan komputer. Power supply ibarat lumbung pangan bagi seluruh pekerja yang ada dalam komputer. Tanpa bagian power suppy, setinggi apapun spesifikasi komputer Anda tidak akan ada artinya apa-apa. Power supply adalah nyawa dari komputer Anda, yang jika dia rusak, maka kestabilan akses komputer terganggu, bahkan Anda tidak akan bisa mengoperasikan komputer sedikit pun.

Power supply memiliki tugas penting untuk merubah catu daya dari tegangan tinggi ke tegangan rendah yang dikonsumsi oleh komputer. Seperti yang kita tahu bahwa tegangan listrik di Indonesia adalah berkisar di angka 220 V, oleh power supply dirubah menjadi 12 V dan 5 V. Selain itu power supply tidak hanya menurunkan tegangan listrik, tetapi juga merubahnya dari arus tegangan AC (Bolak balik) ke tegangan DC (Searah), karena komputer tidak mengkonsumsi tegangan bolak-balik.

Fungsi power supply ini akan terganggu jika mengalami kerusakan. Adapun persiapan cara memperbaiki power supply adalah sebagai berikut ini :
  • Persiapkanlah peralatan standar untuk memperbaiki power supply yaitu obeng, tang, dan AVO meter.
  • Bukalah casing penutup power supply menggunakan obeng.
  • Ukurlah tegangan input dari listrik stop kontak Anda apakah menunjukkan angka normal 220 V? Jika nol ada kemungkinan kabel powernya putus, ganti kabel tersebut. Atau jika angka tidak sampai 220 V berarti ada penurunan tegangan, cek stabilisator Anda atau kondisi listrik di daerah Anda.
  • Ukurlah tegangan keluar dari power supply apakah benar sekitar 12 V dan 5 V? Jika tidak cek komponen power supply pada bagian kondensator elektrolitnya.
  • Berhati-hatilah selama melakukan analisa kerusakan, karena Anda bekerja dengan peralatan listrik.
Sekali lagi berhati-hatilah saat melakukan reparasi power supply komputer. Jika Anda memang ragu, silakan ganti saja dengan power supply yang baru. Harganya pun terjangkau.

Komentar

9 comments:

  1. maaf mas, lebih baik mana mengganti kapasitor dengan kapasitansi lebih besar tetapi tegangan sama? atau mengganti dengan kapasitansi yang sama tetapi tegangan lebih besar?

    ReplyDelete
  2. @ADI PRATAMA

    Hmm, sesuai kebutuhan juga sih :)
    Tapi lebih baik mengganti dengan kapasitansi & tegangan yang sama.
    Thanks sudah berkunjung...

    ReplyDelete
  3. hedeh....gak detil..itu sama aja bilang naik sepeda motor jangan lupa starter...

    ReplyDelete
  4. @Anonim
    Ya ini kan untuk orang awam saja, kalau lebih detail nanti malah banyak yang tidak ngerti

    ReplyDelete
  5. KALAU TRAFO NYA PANAS DAN BAU,PADA TRAFO AMPLIFIER APA NYA YANG BERMASALAH DI SITU BOSS ?

    ReplyDelete
  6. @bagindas silaban

    Hmm,
    Coba di Cek Trafo nya dulu, tanpa disambung ke amplifiernya...
    Kalau Trafo nggak ada masalah, berarti ada konsletting di Rangkaian nya, konsletting itu yang bikin Trafo panas...

    ReplyDelete
  7. ..ra mutu kang..plajaran cah TK kui... artikel ga berbobot kelas kutu wkwkkkk...

    ReplyDelete
  8. Judul artikelnya sungguh bombastis. Tapi sayang si Anonim memang benar. Seharusnya anda sebutkan komponen2 mana saja yg sering mengalami kerusakan pada PSU. Lebih baik lagi anda sajikan cara menguji komponen2 yang sering mengalami kerusakan. Dengan demikian artikel ini berbobot.

    ReplyDelete